MENGURAI FAKTA: PENYEBAB MENINGGALNYA MAHASISWA IAIN SULTAN AMAI GORONTALO PADA KEGIATAN PENGADERAN HMJ

(Foto : Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo)

LPM HUMANIKA - Cerita ini merupakan rangkaian kesaksian Andri dan Rahmat, atas meninggalnya salah satu peserta pada kegiatan diklat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), yang mereka ikuti. Kami sengaja menyamarkan identitas keduanya demi keamanan, dan kenyamanan sebagai narasumber kami. Keduanya juga telah bertemu keluarga korban, dan menceritakan kejadian seperti dalam cerita ini.

Uraian mereka mengenai sebab meninggalnya Putra (bukan nama sebenarnya) juga telah disampaikan pada keluarga korban, dan kuasa hukumnya. Pihak Kepolisian Resor Bone Bolango juga telah melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi sejak Jumat (6/10/2023), termasuk terhadap keduanya.

Mengenai tulisan ini, sebelum itu kami juga telah memohon izin kepada pihak saksi, dan keluarga korban untuk memublikasikannya. Serta terus melakukan verifikasi dan tidak menambah-nambahi bagian apa pun tentang kesaksian mereka dalam cerita ini.

Berikut kronologi yang berhasil kami himpun.

Mendengar Kesaksian Andri 

Malam itu, Sabtu (30/09/2023), sekitar jam sembilan malam, seluruh peserta diklat himpunan mahasiswa jurusan masih berlatih bersama untuk sebuah penampilan. Rupanya untuk persembahan acara api unggun, yang beberapa jam lagi akan digelar. Di selang aktivitas tersebut, seorang di antara mereka ada yang mengaku sakit. Meski sudah ditangani oleh panitia, dirinya tetap bergabung menyelesaikan sesi itu dengan kondisi tersebut, hingga istirahat tidur.

Belakangan kita mengetahui bahwa itu adalah Putra. Mahasiswa baru yang tak lama ini diberitakan meninggal karena mengikuti sebuah pengaderan salah satu organisasi intra kampus, di IAIN Sultan Amai Gorontalo.

Sekitar jam dua malam, seluruh peserta termasuk Putra yang sedang sakit, dibangunkan. Perasaan kantuk yang masih tersisa, akhirnya memengaruhi kekompakan mereka di hadapan seluruh senior dan panitia saat itu. “Torang pe penampilan itu tidak bagus, dinilai oleh senior dan panitia. Karena tidak ada kekompakan torang ada manyanyi,” kenang Andri, salah satu peserta.

Lantunan lagu “Buruh Tani” yang mereka persembahkan berbalas perintah push-up, lalu sikap jongkok sambil menjinjit dengan kedua tangan terbuka ke depan, oleh panitia. Atau yang lebih populer disebut “kumoto”. Hukuman berlaku rata, segala yang sakit maupun perempuan. “Jadi torang samua itu dapa hukum, kumoto itu musti bagus,” tegas Andri.

Tentu itu adalah malam yang cukup sulit bagi mereka. Bisa jadi karena itu malam terakhir kegiatan diklat tersebut, karenanya pola pengaderan mulai diatur keras dibanding hari-hari sebelumnya.

Besoknya, segala aktivitas peserta terdengar cukup menyiksa. Mereka bangun dengan diteriaki panitia sembari diperintah merayap dan berjalan jongkok, dari pintu kamar sampai ke sebuah lapangan. Menurut penuturan Andri, itu cukup jauh, ada sekitar 50 meter. Benar-benar melelahkan, katanya. Selama berjalan dengan seluruh badan yang tertumpu ke tanah itu, mereka terus dipukuli dengan sandal yang cukup tebal di area punggung.

Tiba di lapangan, mereka (laki-laki) lalu disuruh telanjang dada, kemudian disirami beberapa gayung air oleh panitia. Tak terkecuali ke Putra yang sejak semalam memberitahu sakit. 

Pengganjaran itu berlanjut dengan aksi panitia yang gemar menendang bagian belakang, atau bokong peserta yang sedang diperintah jongkok, “Baru torang dia suruh kumoto. Kumoto yang tidak bagus dia mo tendang,” ungkap Andri, yang tersungkur saat bokongnya didaratkan kaki panitia yang ia kenali.

Panitia juga menampar sejumlah peserta dengan sandal, lalu menyuruh mereka semua bergelinding beberapa saat, kemudian kembali ke posisi kumoto, sembari telapak tangan mereka dihantam sandal lagi oleh panitia. Andri merasa, kalau saat itu Putra juga ikut ditampar. “Setau saya semua dapa tampeleng dengan selop,” terangnya setelah mengingat kondisi saat itu.

Karena tak sempat ibadah Subuh, usai latihan bak “satuan khusus” itu, mereka langsung diperintah salat di lokasi yang sama tanpa membersihkan diri, dan tanpa diikuti panitia, “Torang dia suruh sholat Subuh di luar ruangan, di lapangan bulu tangkis, baru panitia tidak sholat,” tegas Andri.

Setelahnya, mereka bersiap untuk agenda lintas pos. Aktivitas yang banyak diberitakan sebagai cikal bakal meninggalnya Putra karena mengalami sesak napas.

Andri tak sendiri sebagai narasumber, ia ditemani Rahmat yang juga sebagai peserta saat itu. Olehnya, kesaksian Andri terhadap sebab kematian Putra akan dibantu oleh Rahmat, yang turut menyaksikan beberapa tanda pada kawan mereka tersebut.

Melintasi Pos

Saat dibentuk tim, Andri berada di kelompok dua, sedangkan Putra berada di kelompok pertama bersama Rahmat. Putra sempat diberi semangat, dan diperingati Rahmat soal kondisi di perjalanan nanti, “Putra, semangat, karena di sini torang dia mo uji mental dan fisik,” kata Rahmat sebelum berangkat.

Setiap memasuki pos, peserta wajib jalan jongkok ke arah panitia yang berjaga. Ada juga yang merayap sambil melindas kotoran sapi. Lalu mereka dievaluasi seputar materi yang sudah diterima beberapa hari sebelumnya. Bila salah, ganjaran seperti kumoto, ditendang, dan ditampar pakai sandal pasti mereka peroleh. 

Saat di pos dua, Putra mulai kesulitan berdiri, dan memegang tangan Rahmat saat itu.

“Kiyapa kau, sakit?” tanya panitia.

“Iya, sakit,” jawab Putra.

“Ngana, ketua. Kalau somo maso ka pos tiga, bilang dia sakit,” pesan panitia ke ketua regu, kata Rahmat.

Putra tetap ikut melanjutkan perjalanan, ia tak ditahan apalagi ditangani oleh panitia. Bahkan saat masuk ke pos tiga, dirinya masih ikut diperintah merayap. Tapi tak lama ia diberi kesempatan istirahat, setelah dilaporkan sakit oleh pimpinan regunya ke penjaga pos. Sedangkan Rahmat, dan kawan-kawan yang lain terus digembleng.

Putra lalu melanjutkan perjalanan ke pos empat sambil dipanggul Rahmat, karena kondisinya yang makin melemah. Di lokasi ini, dirinya sempat menyampaikan tak akan melanjutkan perjalanan ke pos berikut pada panitia, dan kelompoknya.

Namun saat ditinggal kelompoknya ke pos lima, Putra tetap datang sambil dibonceng oleh panitia dari arah pos empat, lalu duduk bergabung bersama kelompoknya. Saat ditanyai Rahmat tentang maksud kedatangannya, Putra hanya diam, dan menunduk.

Sebelumnya, saat Putra berpisah dengan Rahmat di pos empat, Andri dan kelompoknya bergantian masuk ke pos tersebut, dan bertemu dengan Putra yang sedang duduk bersandar di bawah pohon kelapa. Mereka tak lama bersama. Sebelum diantar ke pos lima, Andri mengaku masih menyaksikan Putra sedang disetrap, “Saya dapa lia te Putra ini lagi dia suruh kumoto, baru lagi dia paka di tangan,” terang Andri.

Di pos lima, Putra hanya mengangguk saat dikonfirmasi oleh Rahmat bila ingin melanjutkan sisa lintasan. Selama perjalanan ke pos enam, Rahmat terus membopong Putra yang sangat lemah. Dengan sisa-sisa tenaga itu, Rahmat dan Putra tetap diperlakukan sama seperi anggota yang lain seperti biasa memasuki pos.

Hingga saat evaluasi di pos enam berlangsung, Putra mendadak tersungkur saat mencoba berdiri menghadap arah pulang. Hal ini makin meyakinkan Rahmat, untuk tidak membiarkan Putra mengikuti sisa perjalanan bersama mereka. Kemudian mereka membiarkannya untuk istrihat hingga agenda selesai.

Namun, alih-alih dilarikan ke ruang kesehatan dan ditangani panitia, Rahmat justru kembali menerima kedatangan Putra yang turun diboncengi dua panitia, menuju kelompok mereka di pos tujuh. Ia kemudian memangku Putra, dan melihat ada bekas darah di area mulutnya.

Perlahan Putra mulai tak sadarkan diri, dengan keadaan mulutnya yang terbuka sambil menengadah ke atas. Barulah dengan kondisi seperti itu, panitia kemudian mengantarnya ke ruang kesehatan. Itu kali terakhir mereka bersama korban, seingat Rahmat.

Tak lama, Andri dan kelompoknya datang ke pos tujuh. Saat diperintah kumoto, ia menolak dan langsung berterus terang tak bisa menerima perintah apa pun dari panitia. Asmanya perlahan kambuh, “Sumpah, saya so tidak mampu,” ucapnya ke panitia. Rupanya ia bermasalah dengan riwayat tersebut saat itu. Setelah mendapat penanganan awal, panitia langsung membawanya ke ruang kesehatan, dan bertemu Putra di sana.

Bertarung dengan Ego Panitia

Sesampainya di ruang kesehatan, Andri menggambarkan situasi panitia yang berjaga saat itu. Beberapa di luar, dan seorangnya lagi di dalam bersama Putra, “Saya sampe kasana, ada panitia di samping li dia, cuman babaguling,” ungkapnya.

Saat itu Putra diduga sedang mengalami sekarat; bola matanya menguning, tatapannya terus ke atas, napasnya mulai tak beraturan dengan mulut terbuka. Andri kemudian mendekat dan mencoba menyadarkannya, “Woi, Putra, bangun-bangun. Torang smo pulang uti,” ucapnya sambil menyaksikan Putra yang nampak kesulitan bernapas.

Ketua Himpunan juga berada di ruangan saat itu, ia datang mengantar Andri. Dirinya sempat berspekulasi soal kondisi Putra, yang mampu mendapat penangan awal dari warga sekitar, “Torang mo bawa dulu ka masyarakat sekitar, siapa tahu dorang bisa ba atasi ini,” ucapnya, seingat Andri. Tapi tak lama ia meninggalkan mereka, dan kembali ke area lintas pos.

Hanya sedikit yang benar-benar mengecek kondisi Putra di ruangan tersebut. Termasuk Ketua Dema (Presiden Bem), yang juga anggota himpunan tersebut. Andri melihat ia mendekati almarhum, dan mencoba menyadarkannya. Tapi setelah itu ia kembali mengobrol di luar, bersama panitia lain.

Putra benar-benar sangat dekat dengan kematiannya, Andri terus memperhatikan penurunan kondisinya. Ia juga kerap memohon ke panitia untuk segera melarikan korban secepatnya, namun tak digubris.

Alhasil, saat Putra mulai menarik napas terakhirnya dengan perlahan, tak ada yang menyaksikan dirinya meninggal, selain Andri yang berada di ruangan waktu itu. Ia tak percaya dengan apa yang disaksikannya, “Pas so napas terakhir itu, so kaluar kamari satu kali dengan darah di mulut,” kenang Andri. Putra dinyatakan meninggal di lokasi pelatihan olehnya, setelah dirinya memastikan tak ada sisa napas lagi yang keluar lewat hidung Putra.

Andri sebetulnya sudah beberapa kali mengingatkan mereka (panitia) yang berada di luar, tapi tak mendapat respons baik. Setelah ia memberitahu rekannya itu sudah meninggal, barulah kemudian mereka masuk, dan memastikan perkataan Andri.

Padahal saat itu, sebuah mobil pick up yang sebelumnya dipakai mengantar salah seorang peserta ke rumah sakit, sudah balik dan terparkir di lokasi. Putra tak dimobilisasi seperti peserta lain ketika sakit. Bahkan ketika korban sudah tak bernyawa pun, tak ada yang bergegas menyalakan mobil, selain Andri.

Andri lalu ditemani ketua senat fakultas, ketua panitia, dan satu anggotanya, menuju Rumah Sakit Aloei Saboe. Baru beberapa meter ia mengemudi, Andri diperintah agar bertukar tempat dengan ketua panitia, untuk memegang jasad Putra di belakang.

Sesampainya di rumah sakit, Putra langsung dibawa menggunakan brankar pasien, ke ruang pemeriksaan. Ia mengaku tak ditemani panitia satu pun, saat membawa jasad almarhum ke ruangan, “Kaka panitia tidak barani mo maso di ruangan ini. Bo saya yang ba antar pa Putra ini,” ungkap Andri dengan penuh kekecewaan.

Setelah diperiksa oleh dokter, Andri kemudian ditegur karena telat melarikan Putra (ke rumah  sakit). Upaya penyelamatan sudah tak bisa dilakukan lagi, “Ih, so satu jam lalu ini, kenapa ngoni baru bawa sekarang?” tanya dokter ke Andri.

Ketika ditanyai soal kronologi di lokasi saat itu, ia tak menceritakan apa pun yang disaksikannya selama berada di diklat tersebut. Andri sesekali mencari kesempatan untuk lari dari sana (rumah sakit), dengan berjalan cepat menuju pintu keluar, “Karena saya balindungi nama IAIN ini, kan tidak mungkin saya mo bilang di situ kalau ada kekerasan. Pasti mo ta bawa nama IAIN,” kata Andri.

Tiba di luar, Andri panik, dan mengaku meninggalkan sejumlah panitia yang hanya menangis di area parkiran. Ia kemudian menuju ke kampus untuk menjemput perlengkapannya yang dibawa panitia dari lokasi diklat.

“Gaga ngoni e, so ta kader di HMJ. Ngoni nyanda tau ngoni pe taman satu so maninggal,” teriak Andri di depan peserta yang baru saja sampai dari lokasi.

Rupanya tak ada yang memberi tahu insiden beberapa waktu lalu itu, ke seluruh peserta. Harusnya mereka bukan hanya tahu, namun juga tak datang se-telat itu, “Ih, masa ada maninggal di tampa ngoni tidak tau? Ada maninggal di tampa ini, bukan di rumah sakit!” tegasnya ke seluruh peserta, dan panitia di sana.

Andri kemudian pulang ke rumah dengan rasa khawatir. Bahkan keesokan harinya, ia tak menghadiri pemakaman Putra bersama seluruh anggota himpunan yang datang. Beberapa hari kemudian, ia baru menemui saudara korban, dan memberikan keterangan tentang kronologis yang ia ketahui sebelum korban dinyatakan meninggal.

Perkembangan Kasus 

Kematian Putra masih sangat segar diingatan Apriyan (Kakak korban). Dirinya tak bisa menerima kejadian yang sulit dipercayainya itu. Sampai sekarang, ia masih mencari keadilan tentang kematian adiknya, dan telah melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Hingga Jumat (13/10/2023), pihak Kepolisian Resor Bone Bolango masih terus melakukan pemeriksaan pada sejumlah peserta yang ikut dalam kegiatan diklat tersebut, “Sudah mo hampir dua minggu ini, tapi belum ada juga yang bisa dipastikan sebagai tersangka,” tutur Hasnia, kuasa hukum Apriyan.

Proses penyelidikan penyebab meningalnya Putra tidak hanya dilakukan polisi, pihak kampus juga telah membentuk tim pencari fakta terkait kasus ini, pada Selasa (3/10/2023). Namun, saat ditemui oleh HUMANIKA, pada Rabu (11/10/2023), pihaknya mengaku masih sedang mendalami keterangan dari seluruh mahasiswa yang ikut dalam penyelenggaraan orientasi tersebut.

Panitia sebelumnya juga menolak untuk dimintai keterangan oleh tim kami. Sebab, mereka tak ingin memberikan kesaksian berulang kecuali kepada pihak tertentu. Salah satunya pada Lembaga Bantuan Hukum IAIN Gorontalo, yang merupakan bagian dari tim investigasi yang dibentuk oleh kampus. Namun, masih belum jelas hasil pemeriksaan mereka akan disampaikan ke kepolisian atau tidak, “Semoga saja hasil investigasi yang dibentuk kampus dapat berpihak pada keadilan,” kata Hasnia.

Pihak kuasa hukum Apriyan juga berharap, segera mendapatkan fasilitas perlindungan saksi bagi Andri dan Rahmat. Pasalnya, beberapa hari setelah Putra meninggal, keduanya kerap dihubungi oleh panitia penyelenggara pengaderan tersebut. Bukan tidak mungkin mereka (pihak panitia) tidak akan melakukan intervensi pada keduanya, “Kami sangat berharap saksi mahkota kami bisa segera mendapatkan perlindungan hukum oleh pihak kepolisian dan LPSK,” tutup Hasnia. 

Penulis: Cakra

Editor: Tim Redaksi HUMANIKA 

Komentar

  1. Klu so ilang nyawa bgini spa yang mo tanggung jawab?
    Dari pihak kampus pun nda mau mo tanggung jawab.
    Klu pa kt, samua panitia hmj yang terlibat pas kejadian itu undang kong minta akang pertanggung jawaban. Dari saya, untuk keluarga yang di tinggalkan tetap sabar dan kuat. In syaa allah ada dpe titik terang dari kasus ini. Allah maha melihat. Kong untuk hmj yang terlibat, dari kasus ini, NGONI PE OTAK BUKA BAE" DENG TANGGUNG JAWAB SAMUA. JANG CUMA ABIS DI BAKU" LEMPAR KASE BKU SALAH. NGONI SAMUA PGI DI KANTOR POLISI KONG PI TANGGUNG SAMUA NGONI DA BEKENG ITU MALAM. DENG PA KORBAN PE KELUARGA. SO BASAR TO. SO MAHASISWA TO. SO JAGO DENG SO PANDE NGONI SAMUA. SAKI HATI SKALI DPA BACA INI KETERANGAN DARI SAKSI. NDA ADA ONTAK NGONI MEMANG

    BalasHapus
    Balasan
    1. MASIH MANUSIA ATO BINATANG DORANG ITU, DRG P KIRA BUKAN NYAWA KONG DORANG BKENG STAU BGTU SAAT ALMARHUM SEKARAT

      Hapus
    2. Seharusnya yang di evaluasi itu materinya, . Yg ngni uji dpe mental dngn Depe pengetahuan bukan Depe fisik karena Ini bukan pengkaderan militer bukang juga pendidikan masuk Militer. Perkara Maut memang Allah sudah gariskan, cuman depe penyebabnya ini yg tidak wajar. Kenapa korban babilng saki ngoni tetap paksa uti, Kong cmn ngoni Kase badiam di lokasi sementara sakarat, ngni bukang Dokter, dngn masyarakat olo bukang dokter.

      Hapus
    3. Kayaknya perlu di viral kan ga sih? Kalo ga viral gak bisa ini

      Hapus
    4. Pelatihan yang tidak ada kirikulumnya harus di tiadakan. Karna panitia akan bebas melakukan kegiatan sesuka nafsunya.
      Memang ospek ditiadakan, tapi oknum pelaku kekerasan kampus mulai masuk lewat celah yg namanya latsar. Astagfirullah...
      tolong di koreksi dulu program2nya, manfaat apa tidak bagi mahasiswa.

      Hapus
    5. blh spil panitia2 p muka itu. bo mudah2 han ngni p hidup di hantui rasa bersalah seumur hidup.

      Hapus
  2. SAMUA PANITIA TANGGUNG JAWAB NGONI EEE, TALALU SKALI SO DENG MANINGGAL 1 JAM SEBELUM DI BAWA K RS KONG NGONI BEKENG STAU ITU NYAWA ANAK ORANG. MASIH MANUSIA NGONI??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kase penjara sja smua panitia itu

      Hapus
    2. TIDAK ADA JIWA KEMANUSIAAN DP PANITIA, PENGKADERAN YANG MENGHILANGKAN NYAWA INI TIDAK BTUL, SMUA PANITIA KASE PENJARA

      Hapus
  3. SAKI HATI SKALI E DOA BACA ITU PANITIA YG CUMA BABAGULING SEMENTARA ANAK ORG SO SEKARANG

    BalasHapus
  4. PENJARAKAN SAMUA DORANG!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERLUNYA BELAJAR CARA MEMANUSIAKAN SESAMA MANUSIA

      Hapus
  5. Saran for ngoni hmj. Klu bole nda usah Jo tu mo se maso kekerasan dalam organisasi. Nda ada dpe guna Deng nda ada dpe manfaat sama skali. Ba fikir panjang. Nantinya ngoni pe Ade" atau anak mo kuliah kamari kong ini budaya kekerasan dalam organisasi masi ada kong terjadi kasus bgini pa ngoni pe keluarga atau anak, tetap ngoni juga mo rupa korban pe keluarga skarang. Jadi nda usah Jo tu yang begini ini. Orang tua tau ngoni da kuliah Bae" cuma ta seret Deng tu kasus yang bekeng jantungan pa ngoni pe orang tua di rumah. Ba fikir panjang neh 🙏🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kt heran dg in konsep kaderisasi yg msti pke kekerasan dg alibi membntuk🥴 in klo so mrenggut nywa bgni spa mo tnggungjwb ksyg, dpe panitia le td protectv pa peserta yg ad saki😭

      Hapus
    2. Btul ini kak so jadi Tako m mso IAIN Gorontalo kalo bgni wkwk bknnya lombo mr masalahnya nyawa ini drg m main"akg...sdg so ski msh dpa"tmpeleng

      Hapus
  6. #USUTTUNTASPENJARAKAN

    BalasHapus
  7. LAA hawla wala quwwata Illa Billah.

    BalasHapus
  8. Tangkap semua itu panitia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul tangkap semua panitia itu yang tidak punya hati itu

      Hapus
  9. Andri makasi so jadi alhmarmum pe taman yg selalu ada sampai hembusan nafas terakhir, jangan takut di jalan kebenaran andri jangan takut basuara untuk keadilan 🥺

    BalasHapus
  10. ya allah pe saki hati skali kt bbaca

    BalasHapus
  11. Penjarakan saja semua itu panitian orang orang yang so paling sok di pengkaderan, cmn HMJ so brani ba kse ilang nyawanya orang

    BalasHapus
  12. Mahasiswa Apa ngoni ini? Jadi pembunuh jo sekalian ngapain menurut ilmu tinggi² akhirnya jadi penyebab hilangnya nyawa orang?

    BalasHapus
  13. Entah apa dp guna kekerasan dg olah fisik dalam setiap pengkaderan HMJ.ini kejadian bgini bukan satu atau dua kali trjadi.. so banyak kali. Dan paling heran juga mdp lia kaka tingkat dg panitia yg tega skali mkse ganjaran mo siksa2 org p anak..demi apa so??miris.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakit hati skali drg tda gubris korban pe keadaan ada sakit kong drg cuma antar² mo bale ka post pengakaderan ttmbah le drg kekerasan fisik dri yg dilakukan oknum panitia

      Hapus
  14. Talalu skli, masa yg so sekarat cuman mo pigi di masyarakat, ndak mo pigi rumah sakit, EMG hubungan masyarakat dengan orang sakit apa coba, nanti so maninggal ksiang mo pigi bawa ka RS. Kasian Jo orang tua korban, drg tau korban datang dorang tau datang cuman for m kuliah, tiba" dapa kabar yg nda enak, coba salah satu panitia yang di posisi itu bagaimana coba, heran! 🙏
    Saran klo blh kse kluar Jo itu Depe nama kekerasan dalam organisasi,ndk guna m diadakan tu kekerasan mar akhirnya bkng hilang nyawa:v😔

    BalasHapus
  15. Knpp pe tega skalii bgini at, sama aku fikir yg kuliah d IAIN baik² semuaa:( pdhl bginii untung nd jdi masuk d situu^^ klo so bgini sapa yg mau tanggung jawab kasiangg, nyawaini buayii jaboo de'e, klo aku jadi almarhum it aku m tarik2 d kaki dorangg it yg b siksa²:( wallahi nd ad manusia yg bginii. Definisi manusia tapi nda ad hati NURANI INI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah tidak semua seperti itu.Masih banyak orang2 baik di IAIN.Semoga panitia bisa diusut

      Hapus
  16. Talalu gila hormat ini panitia2 diklat yg bbgini ini, padahal tidak ada dpe guna, katanya melatih mental tapi kok bagitu skali tidak ada depe belas kasihan biar cma sadiki,. LDK skarang cuma jadi ajang balas dendam. usut sampe tuntas depe masalah ini ati. sbagai orang tua yg ada bkse basar anak dgn susah payah kmi mrsa tdak adil klo tdk dapa depe pelaku. saki hati skali bbaca e

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tnya ksna panitia tentang materi dorang nyanda tau itu, dorang cuman tau main tangan🤭

      Hapus
    2. Ambungu, Drng pe tujuan itu cmn satu spaya drng bsa ba balas, krna drng pe dalil "Trng olo bgini bhkan trng pnya yg lebih sakit dri ngo pnya skrng in. Wkwk. Taiiiii

      Hapus
  17. HAPUS PENGKADERAN JURUSAN YANG SUDAH TIDAK BERPERI KEMANUSIAAN ITU. PENGKADERAN YANG TIDAK ADA AKHLAK. PENGKADERAN YANG PEBIH K KEKERASAN. BUKAN PADA PENINGKATAN KUALITAS.

    PERJUANGKAN UNTUK DIHAPUS DAN DI AWASI SETIAP PEMFKADERAN.

    BalasHapus
  18. OTAK YANG KSE GAGA HULODU BATAO

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang bagini memang harus mo di hilangkan kampus ada bayar untuk torang belajar bukan di hajar, untuk senior senior sudah saja membandingkan ngoni pe masa ngoni pe masa biarkan itu jadi cerita

      Hapus
  19. Ya Allah atiolo skli smua ngoni Panitia dg pihak kampus harus tanggung jawab😭😭😭

    BalasHapus
  20. Kt heran kyp drg td jg gubris it yg te Andri blg, ksyg eh Al-fatihah untuk korban😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. saki hati skali ada bbca pokoknya musti ada keadilan disini drg dari pihak panitia maupun kampus harus tanggung jawab 🥺

      Hapus
  21. Baru belajar jadi senior drg?? Atiolo nyawa l org s malayang.

    BalasHapus
  22. Panitia nda ad hati, nda ad ontak ngoni memang e. Apa so yg mo selia dari yg ngoni bekeng ini? Makang puji dng menge yg ad. Semoga ad titik terangnya, kalo smpe nda dpa dp pelaku brrti drng tu panitia bukang manusia.

    BalasHapus
  23. Mirisss,,,pengkaderan diklat hmj sudah mirip pelatihan militer kopasus,,,pdhal tida ada manfaat dari bgitu,,,cuman b kse lia muka itu panitia, dengan cuman tau main fisik, tnya ksna materi sama panitia tida ada yang tau, cuman tau b pukul,,,,panjang umur keadilan🥲💪

    BalasHapus
  24. Kse maso jo penjara drng smua panitia, b soso jdi senior m ba siksa junior.

    BalasHapus
  25. ini panitia pe lujii sklii kse maso penjara ksana kse biar tahanan senior yg mo uji drng pe fisik dg mental, ortu ad kse skolah spya mo pande malah pigi ba luji² selia mkng puji

    BalasHapus
  26. Samua panitia harus bertanggung jawab ats smua ini, kase tnjung ngoni pe jago pa drg polisi jngan cmn kase tnjung jago pa peserta serta klau mo mnta pertnggungjwaban mcm org lempar batu sembunyi tngan satu2. Kase psti ngni pkgiatan in diklat HMJ atau pendidikan militer, dgn gmpangny ngni panitia cmn kase biar org smntra sekarat atiolo, dimana ngni smua pny HATI sebagai MANUSIA atau mmng ngni so tdk punya hati atau ngoni BUKAN MANUSIA?!
    TANGKAP SAMUA DORANG PAK POLISI JANGAN ADA YANG KASE BEBAS

    BalasHapus
  27. KNP NGO PE BODO SO? KALO BAGINI SAPA LEH YANG MO SUKA MASO DSINI? MEMANG BEBAN LO KAMPUS TDA GUNA

    BalasHapus
  28. Emang boleh se-panitia itu?
    Emang boleh?

    BalasHapus
  29. doh kasian, LDK leh bgtu bukan melatih kepemimpinan, bo jdi ajang balas dendam bkse siksa p mahasiswa baru. tobat j ngni hmj🤣

    BalasHapus
  30. CUMAN DPA DENGAR DPE BERITA SAJA KITA SAKI HATI SKALI😭😭 ATIOLO ORANG YANG BARU MO MEMULAI KULIAH CMAN S BERAKHIR SIA² BAGINI ATIOLO BGIMANA DENGAN DPE ORANG TUA PAS PIGI SEHAT² PULANG KMARI KURANG MAYAT.

    BalasHapus
  31. PASTI PANITIA AKAN BACA INI!!!

    KALIAN TIDAK AKAN PERNAH TENANG, KALIAN AKAN TERUS DI HANTUI, TANGAN KALIAN SUDAH PERNAH MEMBUNUH ORANG TANPA KALIAN SADARI, SELAMAT SUDAH MENJADI TUAN MUDA PEMBUNUH.

    BalasHapus
  32. Atiolo ini panitia drg pe org tua susah payah kse skolah tinggi2 laste drg pe anak cmn bkse ilang nywa org pe anak

    BalasHapus
  33. yaallah saki hati skliii

    BalasHapus
  34. Panitia paling bodoh untuk tahun ini, trg senior ini mo b kader mo b bentuk drg, bukan mo bakse mati, panitia BODOH, baru mo stel b intervensi saksi, kita angkatan 2017 dg tman2 senat fakultas bkse bernti ini soal main fisik di setiap pngkdran khususnya syariah, ini ngoni panitia mo stel mo kselia ngoni pe mahasiswa mo bsiksa maba.
    PANITIA BODOH,SENAT-F BODOH, DEMA-F BODOH.

    BalasHapus
  35. Coba basuara kamari dlu anak IAIN ini, biasanya mo ba suara kalo ad kejadian bgni mar ad lia nd ad anak IAIN yg b bela dpe kampus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ana anak IAIN, tpi beken apa olo mo ba bela pa hal yg bgnii🥵bo jdi org bodok mo ba bela p drg itu

      Hapus
    2. Karna buat apa b bela? Torang justru palato deng dorang p kalakuan!

      Hapus
  36. Usutt smpe tuntasssa,
    Sakii hati b bacccaaa

    BalasHapus
  37. Semogaaa mo t pencara smuaaaaa

    BalasHapus
  38. Manusia rupa binatang memang. Ya Allah, sakit sekali jadi depe orang tua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suka mo pigi b trek panitia p muka kong m injang2 di tanah

      Hapus
    2. Innalillahi wainnailaihi rojiuun,,, Yaa Allah pe tega skli ini para pelaku eeyii,sprti tdk px hati nurani lg,sdg cm mo lia binatang yg sedang sekarat tdk tega aplg ini manusia ksian,mmng sdh ajal tp asbabx ini yg sngt mnyayat hati,ksian org tua almrhum,smg para pelaku akn mndptkn hukuman seberat2x ,dn smg kdua org tua korban dibrikn kesabaran dn keikhlasan,dn smg Almrhum mndptkn tmpt yg trindah disisi Allah Swt ..Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🤲😭😭

      Hapus
  39. Balasan
    1. Kita stuju Bagusnya Penjara seumur Hidup karna nyawa tidak bisa di ukur deng doi .. deng td bisa mo tukar deng apapun itu . Dpe keluarga juga wajib tuntut penjara seumur Hidup biar dorang tau bgmana b kse ilang orang p nyawa ..

      Hapus
  40. Si paling panitia 🤏

    BalasHapus
  41. BINATANG SJA NYANDA SAMPE MO BEKEN BGNI KASIANG, ASLII NYA MO TNANG NGO P HIDUP, lewat2 pendidikan kopasus, panitia bo b stel in, minimal penjara br kse ulang dri semester 1 kong kader ksna ulang drg ini, nyanda ad ontak satu2

    BalasHapus
    Balasan
    1. SETUJUUU SKLIII

      Hapus
    2. Kita tida stuju klo cmn dorang masi mo kluar kmri dari penjara ..kalo bisa Hukum kse adil kmri kalo bisa seumur Hidup ..dan itu jelas

      Hapus
  42. BARU SETELAH NGONI KADER BGTU DORANG PE APA YANG TA BENTUK? MENTAL? KNOWLADGE? ATAU FISIK? MO JADI APA DORANG SO? YANG ADA DORANG TRAUMA DAN YANG NGONI BKG PA DORANG BAKAL TURUN TEMURUN, ATIOLO NGONI INI BUKAN PEMBENTUKAN KARAKTER YANG NGONI BEKENG INI MAR PENYIKSAAN. UNTUK KELUARGA SABAR DAN IKHLAS, BARU SAKSI UNTUK DIRANG KALO BOLE DO SMUA YANG TERLIBAT. GOBLOK

    BalasHapus
  43. MASO HMJ JALUR APA DORANG ITU? JALUR JUAL MUKA?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalur suruh lia klo drg senior, cuih

      Hapus
  44. TIDAK TAU JUGA APA INI PENGKADERAN, BOLEH PENGKADERAN ITU LEBIH KE HAL YANG LEBIH POSITIF SADIKI? MO KASE LIA JAGO STAU, IYO KASE LIA JAGO DI KANTOR POLISI, KASIANG EH ITU ANAK ADA MO MASO KULIAH BUKAN MO CARI MATI TAPI MO CARI ILMU, MO IKO PENGKADERAN JUGA SEBENARNYA TIDAK WAJIB SKALI LEH!!! HUUU BKG RUSAK NAMA KAMPUS ASLI!!

    BalasHapus
  45. DROP OUT KSN IN PANITIA” HULODU, ADA KASE KULIAH BO OTAK MADELO OTAK UDANG

    BalasHapus
    Balasan
    1. Up smpe DROP OUT

      Hapus
    2. Bukan hanya dropout ini, tapi harus rasakan dinginnya lantai penjara!!!!!!!

      Hapus
  46. PANITIA TL*L
    EYY SO MAHASISWA TIDA ADA OTAK

    BalasHapus
  47. Ya allah b bca ini mcam ta tusuk skli hati. Kasiang msi ad jo HMJ yg b kder bgni ya allah pndek skli drg p pikiran smpe mb siksa org bgt ei. Mcm s tuhan satu2 ya allah. Smga uti mt penjara smua ngni hmj ya allah. Kse tobat ksn kurung di selti smua hmj klo prlu kse 1 thun dlm selti drg itu krgjar skli. Mcm org tua td didik msa mb bunuh orang bgt ato mngkin dpe hmj ini lalu kmri PKI yg b kse kader stau jdi drg p hobi mb bunuh2 org😭

    BalasHapus
  48. KALO BO KT YG JDI KORBAN TNTU KT P PAPA SO KSE ABIS DG LILANG NGO SATU2 IN AM🤣, minimal nyawa bls dg nyawa boss

    BalasHapus
  49. IHH YA ALLAH NGONI PKIRAA NI DIA BKAN ORANG KASIANG? SAKI HATI SKALI KTA SAKSI BLANG ITU NGONI RUPA PE SANTAI SKALII MANA LAGI PAS DPE MANINGGAL MASII KASE BADIAM AKAN MANA INI NGONI BLANG MAHASISWA ITU HARUS PEMBERANI?? MANAA? PI MENGHADAP SJA DI PIHAK YG BERWENANG BA JELASKAN DPE ARTI MAHA SISWA ITU BGIMNA BRU SANRII LAGI YG TIDA MENCERMINKAN ITUU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minimal jng tllu menge jdi orang, ksiang orang pe nyawa ngni s bkg bgtu.

      Hapus
  50. JANGAN SOK BERKUASA kasihan nyawa org .. jangn sok terlihat SENIOR , HARIS DIPENJARAKAN MO UP TURUS KALO TDK CM B DIAM INI KASUS MO UP SMPE PA HOTMAN FARIS P AKUN

    BalasHapus
  51. Kurang m dengar berorganisasi mar otak nda ada isi,minimal ada rasa manusiawi sadiki itu otak ee.
    Kita leh biar nda sepintar ngoni,mar kita masi ada belas kasihan kasiang ee.

    BalasHapus
  52. Beruntung saya waktu LKMD dulu (sekarang diklat 1) tidak adanya kontak fisik maupun hukuman fisik dari senior HMJ. Ketika kegiatan ada kejadian yang sama, dimana tiba-tiba teman saya mengalami sesak nafas(punya riwayat asama), waktu itu untung panitianya sangat peka akan kejadian seperti ini. Sehingganya pihak panitia dan peserta lainnya langsung bergegas untuk ke puskesmas terdekat. Dari situlah saya belajar arti kebersamaan yang seharusnya. Kebersamaan dalam organisasi bukan harus merasakan penderitaan yang sama apa yang didapatkan senior sebelumnya. Tapi kebersamaan dalam organisasi adalah bagaimana untuk saling menghargai satu sama lain. Dari Kasus ini saya melihat bahwasannya ego senior lebih ke perihal balas dendam daripada fokus pada tujuan organisasi. Apa yang senior dapatkan pada saat mereka diklat sebelumnya akan mereka balaskan untuk adik-adik kedepannya. Mahasiswa SENIOR tapi tidak ada revolusi dalam pengkaderan, masih menggunakan cara lama dengan bentuk kekerasan. Giliran diminta pertanggung jawaban malah saling menyalahkan, apakah begini pola pikir senior dalam organisasi? Organisasi itu kita belajar bahwasannya amanah itu no.1.

    BalasHapus
  53. panitia tidak ada hati nurani, dimana2 peserta yg so saki itu, lngsung mkse istirahat uti.
    so talalu skli drg pe ba kader ini, s bukan kaderisasi ini so penyiksaan
    #NYAWATUKARNYAWA

    BalasHapus
  54. Ini yang bkng td suka akan Maso organ mo jdi bgini cmn jdi bahan permainan smua.. mmng td ada otak itu yg b kader PE pndang enteng mntang mntang dia laki laki kong NGO pndang enteng akan SE akan akan dia bo jaga bkng Depe ski kasian . Untuk keluarga korban semoga bisa di berikan kesabaran yang seluas kuasanya amin Deng semoga almarhum khusnulkhotimah

    BalasHapus
  55. Hari gini masih pakai kekerasan. Panitia harus lebih aware dan cerdas. Waktu sholat aja gak sholat

    BalasHapus
  56. Panitia Guoblok, ndlogok, haasyuuuu.

    BalasHapus
  57. HMJ perlu di investigasi, apakah melakukan kegiatan di luar kampus seizin kampus apa tidak. Jangan2 gakn izin, jadi ditunggangi pihak luar yg ikut-ikutan masuk kepanitiaa n. Membaca kesaksian ini saja rasanya sesak sx apalagi saksi yg menyaksikan langsung korban menghembuskan nafas terakhir.Kok bisa panitia gak ada tanggung jawabnya, kader2 pengecut gak pantas di organisasi manapun

    BalasHapus
  58. serius tanya, ada tim kesehatan saat itu? kong tim kesehatan ini memang org kesehatan ato bo org org an?

    BalasHapus
  59. Buat petisi dlu minimal drop out dari kampus

    BalasHapus
  60. bku lia sapa yg senior in? umur itu b angka, MINIMAL OTAK DULU

    BalasHapus
  61. MINIMAL SHOLAT MALU DG LATAR BELAKANG K4MPU5

    BalasHapus
  62. Sampai kapanpun mereka yang terlibat dan tidak mengakui keaalahannya akan dibayang-bayabgi rasa bersalah seumur hidup kecuali dy bukan manusia, tega menyepelekan nyawa manusia

    BalasHapus
  63. Spill kmri ini muka2 orang jago itu sup🤣🤣 gaga skli b tendang2 bgtu e? nanti kita mo tendang kmri smpe liang lahad ngoni

    BalasHapus
  64. penjara penjara penjara penjara penjara penjara penjara penajra penjara

    BalasHapus
  65. Bodo sekali, spill jurusannya struktur kepanitian, organisasi, dan senior seniornya.. mo lia sampe mana dorang p jago tahepa. Ilang satu nyawa karena pengaderan tai anjing

    BalasHapus
  66. PANITA" GILA HORMAT BGNI MODEL, ADA SKOLA KSEH TINGGI" MAR OTAK DI BAWAH KAKI 😂 SUKA DI MANUSIAKAN TPI TD TAU MEMANUSIAKAN ORANG LAIN, KSEH KLUAR DRI KMPUS JO BKNG JAHA NAMA KMPUS B TMPUNG ORG' TD AD OTAK BGITU

    BalasHapus
  67. KALAU HUKUM TD BSA KSEH SELESAI, BKU BALAS NYAWA JO SPYA ADIL

    BalasHapus
  68. Doh pasti dpe senior ini semester 20

    BalasHapus
  69. penasaran dg panitia panitia pe muka uti

    BalasHapus
  70. Kt pikir yg kuliah di IAIN itu punya tingkat kepedulian yg tinggi samua ternytaa masih ada juga yg tidak punya hati. Sabar putraa tidak m dpa keadilan di Dunia tuntut dorng di AKHIRAT. Cmn komoto dll yg te putra dapa kan di neraka dorng m di balas lebeh itu. Tau agama kong tidak punya hati. Sekalian jo ngoni itu yg HMJ tdk m ba lamar jafi anggota lo Gola? Ba ambe2 org dgn nyawa lo org

    BalasHapus
  71. Zaman sudah semoderan ini tapi kenapa pola pikir masih pake zaman batu? Kekerasan yg sring terjadi bekedok " melatih mental" sejak kapan kekerasan di jadikan untuk melatih mental?

    BalasHapus
  72. Smoga kasus ini cepat terselesaikan, dan yg bersngkutan smoga di pnjrakan

    BalasHapus
  73. NGONI PANITIA ADA BA PUKUL/BA TAMPELENG PA DORANG INI, ADA YANG NGONI KASE PA DORANG? TOLOL INI PANITIA.

    BalasHapus
  74. Pdhal kampus ilmu agama, kong dpe mahasiswa nda ada otak,

    BalasHapus
  75. Panita in bukan sekedar b kder tpi b bls dendam bru psti bkseh kluar suara " trng in lebe siksa dri ini ngo pnya ini" atau b suara " apa yg trng rs ngo hrus rasa" ad kseh skola tinggi² mar otak di tumit, PENCARA KSNA SMUA TERUTAMA DPE KETUA PANITIA HRUS LEBE BARAT DPE HUKUMAN KRNA DIA TD BSA B KONTROL DPE ANGGOTA YG SO DI LUAR BATAS DAN TD BSA BERTANGGUNG JAWAB KESELAMATAN PESERTA

    BalasHapus
  76. orang berpendidikan tinggi + bljr bnyak ttng agama, tapi sifat kalah" binatang

    BalasHapus
  77. Wiih pe jago ni panitia2 ini ee lawang2 mba kader pa spa ngni kong riki bgtu ba siksa. pengkaderan tnpa kekersan nda mngkin sih, ttap ad kkersan mnimal ba lap pa peserta to kakak2 panitia🤣. 1 jam so ilang akg nywa ngni ba diam akg. dmna ngni pe hati nurani woii, untung anak iain sdg da sholat nyda cman peserta ngni sru solat kong ngni nyda, aa mmng ni anak2 ini. ngni bkg bgtu pa drg krna dlu ngni drg bkeng bgtu. tpi bkan pa drg ngni bblas akg pke tu akal. SEMOGA DAPA HUKUMAN SETIMPAL NEH NGNI MNMAL DO LAH ATAU MASO ONJRA DLU LAH SPYA DPA RSA DUA KALI YG NGNI DPA RSA PAS NGNI PENGKDERAN.

    BalasHapus
  78. panitia tllu bnyak di gaya ini. dugdug to ngni?🤣 slmat mnkmati apa yg ngni dbkeng neh. tenang nd sih ngmi pe hati? trsa nda sih. kasiang sih🤣🙏🏻

    BalasHapus
  79. MNGKIN SKRNG PELAKU MSIH BISA B SMBUNYI TAPI INGA NGO TD BSA SMBUNYI DRI ALLAH DAN ALLAH ITU MAHA ADIL. NGO BISA B BELINDUNG DI BALIK ORG YG B BELA PNGO TPI NAMANYA KEJAHATAN TTP MO AD KEBENERAAN

    BalasHapus
  80. Dan ingat ngo smua pelaku so adaa catatan tindakan kriminal dan jejak kriminal yg di media sosial yg td akan prnh ilang smpe kapan pun smpe ngo ada anak dgn cucu NGO TETAP DI CAP PEMBUNUH DAN SMOGA NGO SELAMA HIDUP MO SANGSI SOSIAL DI MASAYARAT

    BalasHapus
  81. Ini-Ini mo Iko pendidikan militer atau mo kuliah sih? So jdi tradisi in, seharusnya tradisi bgini in hrus di hapus bhkn klw perlu di hilangkan dari permukaan bumi. Kasihan anak orng loohh, orang tua tau dia in mo kuliah bkn mo iko pendidikan militer.

    BalasHapus
  82. Penjarakan drg smua tdia

    BalasHapus
  83. MO HERAN, MAR IAIN...

    BalasHapus
  84. Binatang btul ini panitia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Up sampe smua jdi tersangka sih ini. Apalgi panitia yang dapa lia ksna dia Saki Kong cmn bb guling drang.
      Odooooo, memangggg

      Hapus
  85. Nda ada hati skli ini panitia

    BalasHapus
  86. "Brani brbuat brni tnggung jawab".
    Ini kasus bukan hanya sampe di peserta sakit mso rumah skit, ini so smpe di PESERTA MENINGGAL, HANYA KARNA NGONI PANITIA P EGO YANG TINGGI SKLI LAWAN LAWAN GN EVEREST. trang tdk hdup dijaman penjajahan yang kalo mati dpe mayat dikubur ditempat dan pihak keluarga tidak menuntut apa apa. Dan juga Ini kasus harusnya jadi peringatan keras untuk pihak kampus kalo yang mana "KEKERASAN DALAM PENGADERAN ITU SELAIN BERDAMPAK MAT* SAMA DG INI KASUS, NDA ADA. NYANDA ADA SAMA SKLI. KRNA MATERI YANG DISAMPAIKAN YANG MENERIMA ITU OTAK, PIKIRAN, KENAPA FISIK YANG NGONI KSE SKI. INI BUKAN PELATIHAN MILITER DENG BUKAN JUGA PESERTA MILITER INI MABA, BERJALANLAH SESUAI. DENGAN ADANYA KEKERASAN DALAM PENGADERAN, NGONI PIKIR PIHAK MILITER MO ACUNGI JEMPOL NGONI P CARA? TIDAKKK." Tolonglah, pihak kampus pertegas untuk HILANGKAN KEKERASAN DALAM SUATU PENGADERAN. bila perlu dri pihak kmpus utus slah satu pejabat kampus utk kontrol kegiatan. Bukan hanya kasih surat pengetahuan dari kmpus, bru biarkan mahasiswa yang pegang kendali atas semua. Krna yang drng bawa ada bnyak nyawa, tidak mo tau tau nantinya bakal terulang dg bakal ada korban lagi.

    BalasHapus
  87. Otak dpe isi cuman pece

    BalasHapus
  88. Msi manusia drg ni atau binatang

    BalasHapus
  89. Otak cuman 1 gb pe model bgini, sok¹an berkuasa pdahal nda ad isi apa¹ itu otak, so mines akhlak bodok dari lobang puru le stel makang puji. BINATANG BERKULIT MANUSIA

    BalasHapus
  90. Stel² mo selia mkg puji pdhl tu otak pe dangkal

    BalasHapus
  91. Astaghfirullah ya Allah. Sekalipun Allah perintahkan nyawanya di cabut tpi alhamdulillah ad saksi mata yg melihat itu semua. S trlalu simpang siur ini berita kematian almarhum kasiang meninggal di RS lah ini lah atas petunjuk Allah drng kebesaran hati dr seorang saksi fakta kematian almarhum terungkap. Tolong ini D proses krna kematiannya ini sngat td wajar sekali

    BalasHapus
  92. Minimal tau bertanggung jawab,jng cmn tau b gaya dg tau mkg puji mr tu otak d isi deng ta*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju ini gaya paling oke serta ada kejadian bgni tdk ada tanggung jawab

      Hapus
  93. Malele air mata b baca eh, talalu sekali panitia tidak ada hati nurani

    BalasHapus
  94. Semoga dorng itu dpa dpe balasan yg setimpal

    BalasHapus
  95. Semoga Kita Dapat mengambil Hikmah Dari kejadian ini, Kedepannya Semoga Tdak Ada Lagi Kabar duka ❤😖, Semoga Tenang Di Alam Sana Putra 💐💐💐

    BalasHapus
  96. Itu kan salah satu kegiatan dari pihak organisasi kampus (intra), pihak yg "bertanggung jawab" atas digelarnya kegiatan inilah yg seharusnya menerima konsekuensi hukum. Ketua panitia, ketua jurusan (yg besangkutan) warek bidang kemahasiswaan, seharusnya paham atas apa yg terjadi. Penyiksaan seperti ini sudah jadi rahasia umum. Sangat disayangkan sampai ada yg meninggal.

    BalasHapus
  97. Seharusnya mampu jadi pemimpin atau panitia yg sudah d bentuk .. dri awal harus kuat dan sehrusnya sebelum hari H besoknya buat rapt kecil atau brifing pas besok depe hiking .. krna pasti ada senior2 siluman yg masuk pos2 itu yg bisa d bilang cmn tw main tngan kder toh tpi senior Nol mteri juga cba tnya kasan dy tw metri apa yg di sampaikan sama pemtri .. dasar .. kong semua panitia yg sdh d bentuk baik tim seksi konsumsi dll utmnya kesehatan harus ckatan garda terdepan kasiian drng .. dengan bantu kesana atii ini senior2 lain kalau sdh ada yg sakit bgtu segera d tngani sedini mngkin secpt mngkin.. astga drng pe kira ndg beken tko kalau sdh s lemas badan bgtu ..

    Saran : kalau saya pribadi tdk apa2 m beken kderisasi sprti ini krnah saya juga dpa kamari d kder bgni .. cmn trng pe senior kalau s ada yg sakit bgni lngsung bgus depe pnanganan cepat .. drng n tnada pita bgtu .. kalau masih mampu masih agak kuat lanjut tpi s nyanda m d kumoto d tmpleng kasiian tdk .. ini kalau s bgni depe senior2 ni tdk ada m pikir panjang .. ego di atas ego suka m b pukul alaaaa ....
    Kong mana panitia buat list itu di formulir pndftran kasiian kalau ada ade2 yg punya riwatat sakit d kse lain drng bgtu .. bkan m dpt prlkuan yg spesial cmn stdknya ringan dri mahasiswa normal lainnya ..

    Kasiian mnta doa apya kasus ini smga scptnya d selesaikan sekiranya panitia dan senior2 yg sedng mlangsungkan kegiatan bertnggung jwablah apa yg telah kalian perbuat ..







    BalasHapus
  98. Usut smpai tuntassss

    BalasHapus
  99. Jadi kepo syapa aja panitianya, emang bisa sekompak dalam hal begituan? Pernah diposisi ini juga, tapi sebagai panitia dan yg paling bertanggung jawab kita harus memastikan semua peserta yang ikut nggak ada yang sakit, bahkan sebelum pengkaderan itu benar2 dipastikan sehat, tidak punya riwayat penyakit yg berbahaya, dan sudah dapat ijin orang tua..Intinya so keterlaluan samua panitia kalau so bersikap bodoamat dengan kondisi peserta yang demikian. Usut sampai tuntas, minimal bekukan organisasi. Tidak layak ORANG2 yg menjalankan organisasi tidak punya EQ.

    BalasHapus
  100. TANGGUNG JAWAB SO BASAR NGONI YANG KATANYA MAHA DARI SEGALA MAHA TO JANGAN BO MO SURU2 TAKO

    BalasHapus
  101. Siapapun dpe pelaku kong bkse smbunyi dpe kjhatan tetap tuhan mkase lia uty... tdk m tenang hidup kalau nynda mba ngaku uty ... c tnya ksana pdpe panitia smua itu jnk cmn gila hormat kong nda b lia tuh peserta p nyawa ... padahal kampus islam kong ada penyiksaan bgni

    BalasHapus
  102. biongo kwa dpe panitia samua, syarat wajib pendidikan tu dpe orang waras, mar kalo biongo bgni nda usah se skolah. bkg malu instansi keode

    BalasHapus
  103. Kurang ajar sekaliii, yg b tendang dg b pukul itu kse maso penjara

    BalasHapus
  104. #HANTAM_BUDAYA_SENIORITAS
    #SENIOR_BUKAN_TUHAN
    #HILANGKAN_ORGANISASI_INTRA_KAMPUS
    #USUT_TUNTAS_KASUS
    #PENJARAKAN_PANITIA

    BalasHapus
  105. struktur kepanitiaan yang paling tinggi itu, ketua umum HMJ. dari saksi di atas, bisa dilihat tanggung jawab ketua itu tidak ada, makanya anggota-anggotanya pun melakukan hal yang sama (tidak pnya tanggung jawab). satu lagi, ini sudah 2023 kenapa pake cara pengaderan tahun 2000-an? kekerasan dalam lingkungan pendidikan itu, hal yang tidak perlu.

    BalasHapus
  106. Hal" Yang berbau kontak fisik bagini saya rasa nda cocok skali trng mo terapkan di pengkaderan ormawa, dimna ormawa itu harusnya main di ranah" Akademisi bukan di hal" Kekerasan.
    Penguatan mental nda perlu trng pukul spya kuat mental atau suru kumoto lain sebagainya cukup trng beri ruang untuk drng bisa drng dalam kegiatan akademisi yg melibatkan semua sehingga drng bisa terasah drng pemental.
    Kalu so bagaini kita jamin samua cari aman masing" Di perbuatan yang ada bkeng sama", atiolo ati orang tua yg taru hrapan tinggi kase kuliah anak yg drng sayang, ancor cma karna tindakan yang tida ada depe masuiawi sama skali

    BalasHapus
  107. Terimakasih sudah membaca, semua. Bantu kami membagikan tulisan ini dengan tagar #USUT TUNTAS!

    BalasHapus
  108. INI PANITIA BO BRANI BA HUKUN MAR TAKO DIA M HUKUM STO HAHA . CO PANGGE KSNA SMUA PANITIA ITU TDA BERTANGGUNG JAWAB ATAU TAKO KRNA MMNG SALAH JDI TDA AD YG BRANI BA HADAP KA KNTOR POLISI? B S TAKO B KSE KULIAH ANAK DI IAIN INI

    BalasHapus
  109. NGONI KIRA SO PRESTASI B KADER PAKE KEKERASAN DI ORGAN? NGNI SENIOR2 MAKAN PUJI! SALAM DARI ALUMNI NON ORGAN!

    BalasHapus
  110. PANITIA BODOK. TOLOL. NYD OTAK
    UP SAMPE PANITIA T DROP OUT!!!!!
    SAKI HATI KT BBACA

    BalasHapus
  111. Sru rukyah jdlu itu panitia

    BalasHapus
  112. NGONI KIRA BKENG TERHORMAT P NGNI B B KADER BAGITU MODEL? CUIHH PANITIA MAKANG PUJI TDTAU BKSE LIA APA

    BalasHapus
  113. DROP OUT SAMUA PANITIA!!!!!

    BalasHapus
  114. senior" makang puji skali
    kalau b kader pake otak

    BalasHapus
  115. hapus jo ini pengkaderan!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astaga ngo ini bkader atau b kase mati orang p anak?

      Hapus
  116. Kta juga punya kasus serupa bahkan heboh, cma mujur taman cewe yg ikut nda meninggal cma maso puskes smpe senior b jaga dia d puskes. Dpe inti asas senioritas harus di junjung cma salah penempatan. Banyak senior yg makan puji 😅

    BalasHapus
  117. Kta juga ada ada kejadian serupa mar nda smpe maninggal cma maso puskes ini taman.. lanjut dpe kisah2 bgni yuk biar smua kmpus paham atas asas senioritas yg salah. Ada yg boleh m berbagi akan cerita? Wkwk m hubungi pa spa ee

    BalasHapus
  118. Senior ini kase lia jago sama adek", itu tdk bken ngo jadi berkuasa dikampus.... Drng ini mkuliah mcari ilmu bukan mcari mati... Dan ngo bukan yg bbayar drng p SPP, ngo juga bukan pemilik kampus ....

    BalasHapus
  119. Kta akui persoalan hidup dan mati itu mmng so ad yg b atur dan itu sdah ajalnya almarhum cmn kse mso d otak sdiki dlu uti ngo slia dia ski msi juga ngo ad kse biar dia mso posko bahkan mirisnya lagi ngo ad antar co biarpun dia yg b pksa mo lnjut tpi ngo psti bisa liat kondisinya fia klah mmng sbgtu nda udah paksa, ngo cmn tau b kader b kader tpi ngo nda bisa melihat situasi dan kondisi yg ad di lapangan, masa ngo nd bisa tau hal sepele macam ini. JADI UNTUK KAKAK PANITIA NGO HARUS BISA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN NGO P KELALAIAN INI DAN UNTUK KAKAK KETUA PANITIA NGA ADALAH ORANG YG PALING BERTANGGUNG JAWAB DSNI KRNA NGA HANYA TERLALU FOKUS UNTUK JALANNYA KEGIATAN TANPA MEMIKIRKAN KONDISI PESERTANYA NGA IN BGIMNA

    BalasHapus
  120. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  121. NYA ADA GUNA INI SENIOR DI HUKUM AKHWAL SYAHSIAH. BALAJAR AGAMA BERTAHUN-TAHUN DEPE LASTE KALUANG SAMA DENG BINATANG. NGONI NYANDA PAKE NGNI PE ILMU AGAMA ITU DANG?. NNTI NGNI M PKE DIAKHIRAT?

    BalasHapus
  122. Proses sesuai prosedur yg ada siapapun dia klw benar2 bersalah pihak kepolisan maupun kampus berikan keadilan hukum kepada korban dan keluarga korban. Tindak tegas mereka yg terlibat dan perlu ada evaluasi khususnya kepihak kampus terkait kegiatan2 seperti ini yg sangat tdk mendidik.

    BalasHapus
  123. Lailahailaullah.

    BalasHapus
  124. Sampe emosi dba baca
    Keadilan harus di tegakkan
    PENJARAKAN PANITIA

    BalasHapus
  125. Pernah ba kader kamari mar tdk sama dgn begini.. So talalu skaliiiii.. Ngni so bkg apa korban smpe so b darah dpe mulut ati olooo🥺🥺

    BalasHapus
  126. Kita pernah jadi ketua HMJ mar tdk ad yg bgitu anjiirrrr... Saki hati kita ba baca. Penjarakan panitia goblok bgitu. Mahasiswale jiwa preman...

    BalasHapus
  127. Seburuk itukah ngoni uti ..ksiang anak orang bpkir dnk ee...guna dia kse in Diklat for membentuk jiwa kepemimpinan bukan Deng jiwa pembunuhan ksing...ato Ngo so merasa tuhan sto ksiang mpe anak orang ngo so pgia mbe dpe nywa, iblis ngoni dnk sto sdngkan iblis nda ad b cabut nywa cmn bdiam bgitu stu kali b cabut nywa,,..pke sistem tukar Tampa ksiang andai ngoni yg ada di posisi itu atongkmngkin sto ngo p Diklat krng bgus jdi ngo lmpiaskan pdrng ksiang ee orang jahaa ngoni ksiang klo BLH kse plng djo dia klo ngoni nda mau brwat stdknya ada dpe kluarga yg b rwat in Leh ngo pgi than Kong nda ad prwatan...apa guna ngo jga b demo mnta keadilan kemanusiaan Aa in ngo p kemanusiaan uti,,aih ksiang djo ngoni tnggl tnggu djo ngoni p karma...karma itu ad uti hukum alam...tuhan tdk mngkin kse biar orng mcm ngo hdup tnng...asli klo in ngoni in tentu dia so gentayangan akan ngo uti krna di mngal tdk wajar..huuuhu ksiang djo ee

    BalasHapus
  128. Seharusnya semua panitia harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Bahkan sampai ada kekerasan fisik yang mengakibatkan korban meninggal dunia (saya juga pernah ikut pengkaderan tetapi tdk ada kekerasan fisik seperti ini) . Segera berikan perlindungan terhadap saksi karena sudah pasti saksi ini jadi incaran para panitia pengkaderan (entah itu dapat pengancaman atau hal lainnya). Semoga korban husnul-khatimah, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan keadilan, dan untuk para panitia pengkaderan semoga diberikan kesadaran semoga kasus ini diusut sampai tuntas dan tidak ada lagi pengkaderan yang melibatkan kekerasan fisik.

    BalasHapus
  129. Panitia semua wajib jadi tsk kayaknya, minta susunan panitia baru tuntut smua

    BalasHapus
  130. Orang so saki bgtu msih ngoni mo aniaya ati? Dpe mulu sampe so badarah.. So saki tmba saki lgi. Ya Allah dimana ngoni pe hati nurani uti

    BalasHapus
    Balasan
    1. So tganti dg hati IBLIS drg panitia itu, org pe nywa cmn drg jga pndang enteng akn. Hihh miris so' skli jdi yg pling bljar agama kong lste cmn jdi P*MBNH

      Hapus
  131. KAWAL SAMPE BAJU ORANGE!!!!!

    BalasHapus
  132. TANGKAP PANITIANYA.
    PANITIA TAU DIMANA TEMPAT BAJUAL NYAWA? PANITIA TOPOR!

    BalasHapus
  133. so babagabu qta jga bicara2 ttg "ketidak relevansi pengkaderan untuk melatih kepemimpinan mahasiswa". tpi selama drang msih ada mental2 setang bagitu, drang menutup-nutupi drang p niat jahat bgtu dgn alasan "supaya ngoni pe mental mo terlatih krna ada yang bilang terbentur-terbentur bru terbentuk" sedehh sampahhhhh!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Panitia harus tnggung jawab, s b kase ilang nyawa bgni yaallah

      Hapus
  134. B lebe sxi ngoni" Panita in
    Mo suru" Tako olo jng dng cara bgini ngoni kira nyawa ini ja jual, klo b kita depe orang tua kt mo suru tahan smua panitia yang gila" Hormat , tida ad hati sama sxli e

    BalasHapus
  135. Saya membacanya dengan teliti, sampai membawa saya seolah olah berada di lokasi. Membayangkan, dengan seksama. Kasus yang sungguh mengundang kesedihan dan kemurkaan bagi pembaca. Andri, kau orang baik dan semoga keadilan bisa terungkap untuk kedamaian Putra (samaran).

    BalasHapus
  136. lek ngeneiki di jarne dadi tuman cokkkk

    BalasHapus
  137. PAK REKTOR MANA SUARA!!!! SO ILANG NYAWA INI DAN DORANG CUMA MO KASE BIAR BGINI?

    BalasHapus
  138. panitia menge, makang puji, tda ad otak haha(":

    BalasHapus
  139. HERAN AKAN ADA SKOLAH TINGGI2 SAMPEE SKRG SO KULIAHH MARR RUPA NDA ADA PENDIDIKAN NDA ADA OTAKKK, MO BILANG BINATANG MAR ADA KULIAHH, MO BILANG MANUSIAA MAR KLAKUANGG RUPA BINATANGG NDA ADA OTAK!!!

    BalasHapus
  140. Tapi biongo olo drg am😭 org so saki parah msih mo marah2 blm pernah lia panyaki asma sto drg😭 sdg tpe tmn panyaki maagh bru di pos 1 so gugur drg sebiar😭🙏

    Kt kira ung so paling parah bo ternyata masih ada iain😭🙏

    BalasHapus
  141. Abo pengkaderan bukan wajib militer. Pliss putra datang akan dorang satu2, pici di leher p dorang.

    BalasHapus
  142. BGMNA NGO SMUA INI BISA MO HIDUP TENANG DG RASA KALO NGONI TD MO DAPA LAKNAT DARI TUHAN. YOURE TAKING SOMEONE ELSES LIFE. PLEASE JUST ROT IN HELL

    BalasHapus
    Balasan
    1. AND FOR U ANDI, MAN YOU ARE THE MAIN HERO. TIDA USA TAKO KARENA TORANG DENG NGA ANDI

      Hapus
  143. BIONGOOO MEMANG PANITIA NO
    KSE KALUAR JO DARI KAMPUS ITU PENGURUS HMJ.. NDA MALU NGNI?? SO NGNI YANG BEKENG TMBH KOTOR NAMA LO IAIN..

    BalasHapus
  144. YaAllah sedang hanya ada baca dpe kronologi p saki hati, BUKANG MAIN PANITIA P PANDANG ENTENG DENG ORANG P NYAWA SAMPE ADA MENINGGAL DILOKASI.
    semoga Almarhum diberikan tempat yang layak disisi Allah Swt dan dilapangkan kuburnya Aamiin🙏

    BalasHapus
  145. Saya Alumni IAIN SAG, Panitia HMJ skrg sangat berlebihan dalam tindakan fisik. Harusnya CAMABA harus di gedok dgn yg baik². Apalagi terkait sholat, panitia perintahkan peserta sholat sdngkan panitia tdak sholat. Ambil pelajaran di tahun ini. Perlu di tahun depan ada bbrapa dosen yg harus turun liat kegiatan Pengkaderan aHKJ dan melihat roundown acaranya. Jadi sewaktu² dosen harus terlibat dan memantau kegiatan kampus mskipun sdah larut malam. Sbgai kebaikan bersama. Terimakasih

    BalasHapus
  146. Mkanya jdi HMJ jang tlalu belagu,klau so jdi bgini spa yg m tnggu jwab? serta m sruh tnggung jwab bku"tola satu"lntran so tako.
    Ngo yg bkeng jdi bgini ngo ol yg m lari dri tnggung jawab.
    Ad kuliah di IAIN itu mo kse mngrti deng keagamaan in mlhan td mngrti riki m sruh b sholat anak"pngkaderan malahan dpe panitia nynda b sholat. huh suka mo heran mar orng"yg mkang puji

    BalasHapus
  147. KAMPUSNYA BERBAU ISLAM MASA SENIOR²NYA KAYAK ORG ATHEIS!!

    Yg dibentuk itu pengetahuan dan bagaimana mana mengelolah atau mengembangkan amanah dalam sebuah oragan bukan fisik para camaba gila sih. For senior jangan talalu makang puji ngoni!

    BalasHapus
  148. Miris, penganiayayaan berujung pembunuhan berkedok melatih mental. Tai babi ngoni

    BalasHapus
  149. ngoni kira ngoni so ndao mati? Allah da lia2 pngoni, in shaa allah dapat balasan yang setimpal

    BalasHapus
  150. Ini panitia masi manusia dorang?
    P kt pe hmj kalo ad kekerasan fisik bagitu yang tanggung bukan adek², tapi panetia yang b kader p dorang, sedang angkatan 01, dan seterusnya mo b kontak fisik p adek² torang tida mo kase biar nanti torang panetia yang b tangung.

    Sok² tapi tidak bisa tanggung jawab anak lo orang

    BalasHapus
  151. Untuk adik² ingat ikut organisasi itu tidak wajib, apa lagi yg cara pengkaderannya mengandung unsur kekerasan, langsung keluar saja tdk usa lanjutkan. Kalian masuk kampus yg di uji kemampuan akademisi, ini bkn latihan militer. Jadi sangat tdk masuk akal kalau ada pelatihan yg di uji fisik. Saya masuk kampus tdk ikut organisasi tpi setelah lulus bisa kerja kok sprti org² pada umumnya, justru bbrpa teman saya yg fanatik dgn organisasi malah mohon maaf hanya jadi sopir saja di salah satu aplikasi. Semoga kejadian ini bisa menjadi pertimbangan teruntuk yg baru masuk di dunia kampus.

    BalasHapus
  152. Mohon Info, HMJ dri Fakultas Apa ??

    BalasHapus
  153. MEMANG NDA ADA ADAB ADA KSE kuliah ITU SPYA LABE PINTAR INI MACAM BINATANG, USUS TUNTAS PENJARAKAN DORANG SAMUA YANG ADA DI PENGKADERAN ITU "PANITIA"

    BalasHapus
  154. SEMOGA HIDUP PANITIA TIDAK AKAN TENANG SEMASA HIDUP KLO MENUTUPI KEBENARAN!!!

    BalasHapus
  155. sekarang ini di pengkaderan banyak sekali oknum2 yang ingin terlihat dihormati padahal tujuan di pengkaderan itu ialah untuk membangun kebersamaan,kepemimpinan

    BalasHapus
  156. Ini panitia macam binatang, sedangkan p kita punya hmj so tda ad kontak fisik, itu pun kalo ad senior² yang mo melakukan kontak fisik p adek² torang tda mo kase biar nanti torang yang tanggung itu kontak fisik.

    Ngoni panetia tidak kasihan dpa lia ngoni pe adek² di kontak fisik bagitu? Masi punya hati ngoni ini yang jadi panetia?

    BalasHapus
  157. depe panitia langsung DO, ini noh tallu seniorritas banyak ba sok skli. klo mo malawan paling dorang mo bilang torang dulu lebe sakit dari pada ngoni. tradisi turun temurun yang te ada gunaa toh di dunia pekerjaan tdk ada juga dpe dampak .

    BalasHapus
  158. ALA GEMES SKLI BA BACA
    JADI PENASARAN DENG MUKA LO PANITIA2 GILA HORMAT ITU EYY BGMNA KSNA DRG P MUKA2 ITU

    BalasHapus

Posting Komentar